Tampilkan postingan dengan label Penyejuk Qalbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyejuk Qalbu. Tampilkan semua postingan

Bagaimana cara ber-Akhlak Islam?


Untuk memahami akhlak Islam, kita bisa berkaca pada kisah yang ada dalam sebuah hadits dalam kitab Riyadus Sholihin, yakni:

Suatu saat sebelum mendirikan sholat rosululloh kedatangan orang miskin dalam kondisi telanjang karena sudah tidak mampu lagi membeli baju. Rosul lantas mendirikan sholat dan setelahnya turunlah QS An-Nisa ayat 1, “Hai Sekalian Manusia, bertaqwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu…..” dan QS Al-Hasyr 18, “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…”. Setelah turun ayat ini, para shahabat langsung pulang ke rumahnya masing-masing, dan kembali lagi ke mesjid dengan membawa pakaian, peralatan rumah, gandum, dan lain-lain untuk diberikan kepada orang miskin itu.

Jagalah Hati..........


Diantara ciptaan Alloh SWT yang ada dalam tubuh kita, ada yang namanya qolbu (hati). Dinamai qolbu karena secara bahasa ia bermakna bolak-balik. Dalam keseharian, kita bisa merasakan sendiri keadaan bolak balik ini. Di pagi hari kita merasa bahagia dan semangat beribadah, namun siang menjadi sedih, sore kecewa, dan malam terasa malas. Jadi penamaan kata qolbu (hati) ini bukanlah didasarkan pada bentuk atau wujud lahirnya namun berdasarkan pada esensinya.

Perubahan-perubahan yang cenderung ke hal negatif biasanya karena hati sedang tidak khusyu, mengalami ujian hidup atau lupa tentang tujuan hidup. Sehingga yang paling dominan dalam menjaga atau mengobati hati bukanlah orang lain tetapi diri kita sendiri. Kalau hati diibaratkan sebagai tanaman, maka ia harus sering disiram dan dipupuk. Dan kalau hati diibaratkan sebagai aki, maka ia harus sering di-charge. Nabi saw mewariskan suatu do’a terkait dengan usaha menjaga hati yaitu, “Allohumma inni a’udubika min qolbin la yahsa..” yang artinya, “

Ya Tuhanku, aku memohon dipelihara dari hati yang tidak khusyu“.