ebagian orang mengatakan bahwa hasil seni manual lebih “bernilai” dibanding seni digital. Sebagian lagi orang mengatakan bahwa sentuhan digital tetap memiliki apresiasi seni yang tinggi. Pernyataan ini memang debatable dan tidak akan pernah dapat dipertemukan. Namun dari berbagai opini tersebut dapat direfleksikan bahwa sebenarnya baik seni manual maupun digital,
keduanya tetap dapat menghasilkan cita rasa seni yang tinggi. Teknik manual atau digital hanya merupakan tools atau media bagi seorang seniman dalam berkreasi. Pada dasarnya, seni dengan sendirinya akan mengalir dari hati, perasaan (Art With Heart), dan pola pikir seniman yang dituangkan ke sebuah media, baik secara manual maupun digital.
Perkembangan seni grafis telah bergeser dari teknik manual ke digital. Hal ini dapat ditemui dalam sebuah buku desain, sekitar lebih dari 90% merupakan citra yang telah diolah dengan komputer. Berikut adalah contoh isi dari beberapa buku desain fashion yang telah mengandalkan komputer sebagai media utama dalam berkarya. Download Tutorial Photo to Cartoon with Photoshop
Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istri yang cantik jelitanya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya:
“Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah…!”
“Kok harus ditutup sih mas…?” kata istrinya
“Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu….. “
Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istrya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.
>> unduh dari forum phaporite gue niy,, :p
Ane mo post jokes baru nih,….
Sakitnya Melahirkan,…:-D
Seorang suami yang istrinya sedang hamil tua, ( )
mendengar bahwa ada dukun yang sanggup memindahkan rasa sakit,
saat melahirkan yang dirasakan sang ibu ke sang bapak…( )
Didorong rasa sayang, ( ) ketika saatnya melahirkan sang suami
membawa istrinya ke sana bersama sopir pribadi mereka…..
Sang dukun bertanya,
“Berapa banyak rasa sakit yang harus saya pindahkan dari istri bapak?”
Jawab sang suami,
“Separuh dulu mbah, kalau saya kuat tambahkan sedikit demi sedikit.”
[ Benar-benar hebat dukun ini, seketika rasa sakit sang istri berkurang.]
[ Tapi wajah sang suami hanya berkeringat dan tidak tampak kesakitan.]
Untuk memahami akhlak Islam, kita bisa berkaca pada kisah yang ada dalam sebuah hadits dalam kitab Riyadus Sholihin, yakni:
Suatu saat sebelum mendirikan sholat rosululloh kedatangan orang miskin dalam kondisi telanjang karena sudah tidak mampu lagi membeli baju. Rosul lantas mendirikan sholat dan setelahnya turunlah QS An-Nisa ayat 1, “Hai Sekalian Manusia, bertaqwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu…..” dan QS Al-Hasyr 18, “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…”. Setelah turun ayat ini, para shahabat langsung pulang ke rumahnya masing-masing, dan kembali lagi ke mesjid dengan membawa pakaian, peralatan rumah, gandum, dan lain-lain untuk diberikan kepada orang miskin itu.
Diantara ciptaan Alloh SWT yang ada dalam tubuh kita, ada yang namanya qolbu (hati). Dinamai qolbu karena secara bahasa ia bermakna bolak-balik. Dalam keseharian, kita bisa merasakan sendiri keadaan bolak balik ini. Di pagi hari kita merasa bahagia dan semangat beribadah, namun siang menjadi sedih, sore kecewa, dan malam terasa malas. Jadi penamaan kata qolbu (hati) ini bukanlah didasarkan pada bentuk atau wujud lahirnya namun berdasarkan pada esensinya.
Perubahan-perubahan yang cenderung ke hal negatif biasanya karena hati sedang tidak khusyu, mengalami ujian hidup atau lupa tentang tujuan hidup. Sehingga yang paling dominan dalam menjaga atau mengobati hati bukanlah orang lain tetapi diri kita sendiri. Kalau hati diibaratkan sebagai tanaman, maka ia harus sering disiram dan dipupuk. Dan kalau hati diibaratkan sebagai aki, maka ia harus sering di-charge. Nabi saw mewariskan suatu do’a terkait dengan usaha menjaga hati yaitu, “Allohumma inni a’udubika min qolbin la yahsa..” yang artinya, “
Ya Tuhanku, aku memohon dipelihara dari hati yang tidak khusyu“.
Kelumpuhan logika itu ternyata sangat berbahaya.
Dalam hal ini misalnya kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita mengambil tindakan atau keputusan yang nantinya akan sangat berpengaruh bagi kehidupan kita selanjutnya, nah.. misalkan kita salah mengambil keputusan yang ada hanya penyesalan di akhir.
Maka mulai saat ini harus bisa kita rubah dalam mengambil keputusan, hendaknya jangan terburu-buru dan terpaku hanya pada satu keadaan saja, yang mungkin bisa saja saat ini begitu sangat menyenangkan sekali bagi kita dan suatu saat keadaan itu akan berbalik adanya (ih.. ngeriii!!).
Kenapa ada cinta
dan selalu ada tangis..
Kenapa ada hati
dan selalu tersakiti..
Bukankah kita telah berjanji
untuk saling mengerti, se-iya se-kata..
Tapi perbedaan yang terlalu jauh itu pula
yang selalu menjadi permasalahannya..
Dan sampai saat ini pun..
aku ingin bertanya,
apa kau masih benar-benar menginginkanku?
Ku ingin keadaan yang lebih baik lagi
tidak ada tangis lagi
tidak ada keegoisan lagi
dan saling mengerti
Yang ku inginkan bukan hanya sekedar kebersamaan
tapi juga kasih sayang yang tulus darimu..

